Jika anak-anak lain memanfaatkan liburan sekolah dengan berlibur ke tempat rekreasi atau berkunjung ke rumah kerabat, lain halnya dengan anak-anak penjual cobek yang sering mangkal di beberapa ruas jalanan di Bandung. Jumlahnya pun semakin meningkat sewaktu liburan sekolah.

Tiap anak biasanya membawa 6-10 cobek dengan berat sekitar 20 kilogram. Dalam sehari hanya sekitar 2-3 cobek yang laku terjual. Keuntungan yang didapat pun tidak sebanding dengan jerih payah anak-anak itu berkeliling kota. Anak-anak ini memanfaatkan sisa waktu sehabis sekolah dengan berjualan cobek seharga Rp20.000/buah pada setiap kendaraan yang melintas. Sayangnya belum ada tindakan tegas dari aparat berwenang untuk menyikapi terjadinya memperkerjakan anak di bawah umur yang bertentangan dengan Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Miris sekali ketika saya masih bisa hidup berkecukupan dengan rezeki yang diberikan oleh orang tua, sementara anak-anak sekecil itu harus berusaha keras untuk membiayai hidupnya dengan berjualan cobek. Bersyukurlah kalian yang masih bisa hidup berkecukupan dan masih bisa jauh lebih beruntung dari orang-orang di luar sana.. (Purple.Holic)